Iya... sama saja seperti di Malang. Ketika pertama kali Captain pesawat menyatakan bahwa kami mendarat di Incheon Airport pun saya tetap melihat langit yang sama dengan yang saya lihat di Malang. Udara yang sama yang saya hirup (saya masih menghirup oksigen.. bukan Nitrogen lo ya,...:) ... saya masih melihat matahari yang sama dengan yang saya lihat di Malang. Tidak banyak yang berubah... dan meskipun saya melihat sekumpulan orang yang berbeda... toh mereka tetap sama seperti saya MANUSIA.
Ada kalanya merasa sedikit risih saat mereka menatap dengan tatapan "tertentu" saat saya harus berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan bahasa yang lain dari yang mereka ucapkan setiap hari. Tapi itu suatu proses menurut saya... proses pengenalan.... saya mengenal mereka dan mereka mengenla saya. Apakah berat? saya belum bisa menjawabnya...karena saya masih 2 minggu di sini... saya sangat berharap bahwa saya akan selalu dimampukan untuk melewati semuanya.
Apakah orang2 nya ramah dan baik? sejauh yang saya rasakan.... sama seperti di Malang...haha.. ada orang yang sangat ramah dan ringan tangan untuk membantu.. dan ada juga orang yang cuek. Saya sempat bertemu dengan seorang halmoni yang menyapa saya dengan ramahnya ketika saya berdiri sendirian di depan Central Library... (kyunghee univ)... dengan ramah beliau mengucapkan beberapa kalimat yang hanya saya balas dengan senyuman dan kalimat terbata... "한국어 모르겠습니다" haha,,itu satu2 nya kalimat yang saya paham,.... beliau kemudian tersenyum ramah...:"molayo?" saya mengangguk... kemudian beliau mengucapkan kalimat yang paling saya sukai di seluruh dunia ini,,, " 예뻐요" hahaha...:D,
ya... beliau adalah salah satu orang yang ramah dan baik yang saya temui.... ada banyak orang yang baik dan cukup ramah di sini... sama saja seperti di Malang.... karena kami sama2 MANUSIA... meskipun mereka salah mengenali saya sebagai orang china... cambodia... myanmar... atau bahkan vietnam (herannya ndak ada satupun yang menebak saya orang indonesia....T.T)... kami masih tetap sama MANUSIA... jadi meskipun ada banyak barrier diantara kami.. tapi saya percaya senyum dan ketulusan adalah bahasa yang paling universal dan dapat diterima oleh semua orang....:D,
Jadi... saya berusaha untuk tetap menanamkan dalam kepala saya bahwa saya mampu bertahan di sini... bahwa saya juga sama seperti orang2 ini yang memiliki keingan dan impian... bahwa saya juga ingin berusaha menjadi lebih mengerti akan arti keberadaan saya di dunia ini.